Pengalaman Membuat Kerajinan DIY Barang Bekas, Sampai Buat Akun Youtube Sendiri

Picture : Dokumen Pribadi/ Catatan Anita


Tadinya tuh gak pernah terpikirkan oleh saya akan menjadi seperti ini disaat ini. Yang saya tahu dulu itu, setelah lulus kuliah selama empat tahun belajar, ke step selanjutnya ya kerja. Kerja kantoran sebagaimana semestinya yang orang tahu dan jelas orang tua inginkan. 

Setelah menikah dan tidak lagi menggeluti dunia perkantoran dan juga sempet pernah nyobain dunia bisnis online yang manis rasanya, kini saya memutuskan menjadi seorang konten kreator. Dari sini saya merasa, ada ketertarikan. Meski dunia konten kreator bisa dimasuki siapapun tapi nyatanya tidak bisa asal asalan dalam menekuni bidang ini. Salah satunya jika ingin berhasil ya gak boleh ada kata malas. Kuncinya rajin membuat konten yang menarik, yang kemungkinan besar publik akan suka sesuai pasarnya dan follower bisa naik juga secara organik.


Baca juga :

Hobby Membuat DIY

Berawal dari hobby suka membuat hal-hal yang terlihat sepele di rumah, akhirnya saya memutuskan hobby ini dibawa aja ke ranah publik saja, alias dibuatkan saja channelnya. Toh saya juga masih suka membuat dan tambahannya ada proses shooting saja.

Segala hal yang di mulai dengan kesenangan akan ringan bawaannya. Gak ada beban dan selalu enjoy. Begitupun proses yang saya rasakan dalam membuat barang-barang kerajinan ini. Mungkin lebih tepatnya DIY dari barang bekas ya namanya. Saya pun mulai memutar otak kira-kira apa ya yang bisa dibuat dari barang bekas ini. Dan gak perlu susah-susah karena pada kenyataannya saya suka menemui barang-barang yang akan menjadi bahan itu dirumah.


Picture : Dokumen Pribadi/ Catatan Anita


Barang Bekas Yang Dijadikan DIY

Barang yang gampang banget kita temui dirumah contoh saja, kardus bekas paket, toples bekas kue kering lebaran, stik es krim, ember bekas cat dan ada barang lainnya. Yang mungkin orang diluar sana akan berpikiran buang aja daripada nyampah.

Tapi dengan keberadaan barang ini membuat saya berpikir dengan cara lain. Bagaikan batu-batu kecil yang dipinggiran sungai, kalau orang lain gak mampu melihatnya sebagai sesuatu yang bermanfaat. Beda penilaiannya buat para pengrajin, mereka akan berpikir ini adalah ladang, sebuah tambang emas untuk berbisnis.

Begitupun saya, meskipun gak selalu akan membuat DIY saat menemui barang bekas yang ada, tapi ada kalanya atau momennya untuk menyempatkan waktu untuk membuat sesuatu dari sana. Untuk melihat seperti apa saya mengubah barang bekas itu menjadi barang layak pakai, kamu bisa cek di channel youtube saya. Meski masih banyak kekurangan ini dan itu, tapi insya allah saya terus belajar agar kedepannya bisa lebih baik. 


 
 
Picture : Dokumen Pribadi/ Catatan Anita


Dapat Idenya Darimana?

Di jaman yang sudah serba mudah ini, tentu informsi dengan gampang kita dapatkan. Saya rasa orang yang benar-benar menciptakan dari nol itu keren banget. Entah itu ide atau resep. Tapi buat saya cukup dengan ATM sudah sangat membantu menjalankan misi DIY ini. Jadi gak perlu dibuat susah, kamu bisa dengan gampang mengimplementasikan ide-ide itu dengan modifikasi di beberapa sisi sudah langsung jadi, gampang bukan.


Hasil DIY Untuk Dekorasi Rumah

Kerajinan yang saya buat gak jauh-jauh dari keperluan dekorasi rumah. Jadi buat saya memanfaatkan barang bekas untuk DIY ini sangat terasa sekali. Contoh saja dari penggunaan kardus bekas, saya bisa memanfaatkannya menjadi box  organizer yang bisa mengorganizer buku - buku.

Selanjutnya masih dari kardus bekas, saya bisa menggunakannya untuk cover belakang cermin dinding dari stiker, yang saat dipajang gak terlihat kalau bagian belakangnya itu dari potongan kardus bekas.

Lalu selanjutnya ada dari ember natade coco bisa dimanfaatkan menjadi pot bunga artificial dan juga bisa dibuat menjadi celengan. Dan contoh-contoh lainnya bisa kamu lihat di channel youtube saya.


Picture : Dokumen Pribadi/ Catatan Anita


Bahan Pembantu

Alat lain yang dijadikan pembantu dalam menyelesaikan sebuah kerajinan tangan ini, untuk saya yang simpel aja. Seperti gunting, lem tembak, benang dan bahan tambahan lainnya yang diperlukan. Untuk pembelian barang tidak perlu harus bersusah payah ke toko yang jauh dari rumah, cukup memanfaatkan toko online semua akan lebih mudah. Jadi kalau sudah ada niat, hambatan gampang dilalui.


Picture : Dokumen Pribadi/ Catatan Anita


Kesulitan Yang di Hadapi

Buat yang gak suka dengan kegiatan ini tentu sangat merepotkan. Rumah jadi berantakan dan kadang suka menyisakan noda di lantai yang tentu harus dibersihkan kembali. Bagian ini adalah bagian yang menjadi kendala dalam pembuatan suatu kerajinan DIY. Sayapun pernah mengalaminya, lantai keramik jadi bernoda karena lem tembak dan kotor berdebu karena sisa-sisa potongan bahan kerajinan. Tapi karena saya enjoy menjalaninya jadi yasudahlah, gak usah dibuat beban. 

Oh ya, kesulitan selanjutnya itu adalah di menagement waktu, kadang perkiraan diawal pembuatan ini dengan tambahan shoot itu paling hanya memakan waktu satu jam, eh tahunya molor. Jadi pembagian waktu itu juga penting ya gaes. Intinya dalam pengerjaannya itu memang harus punya waktu khusus, jadi kalau ada anak kecil dirumah ya sulit juga ya. Dan pengalaman lain yang tidak terlupakan adalah kena panasnya lelehan lem tembak di beberapa anggota badan, tangan, jari atau kaki :)


Ringkasan

Kedepannya memang orang-orang diluar sana selain pintar juga harus cerdas dan kreatif. Jika kita bisa mengajarkan anak untuk bisa membuat artinya kita mengajarkannya untuk kreatif dengan barang seadanya yang ada di sekeliling mereka. Karena orang-orang kreatif akan sangat diperlukan dimasa mendatang. Dunia membutuhkan kreatifitas dan ide segar dari setiap orang, tapi sayangnya tidak semua orang milikinya.

Mungkin kebiasaan ini akan menjadi nilai tambah dalam mengedukasi generasi mendatang. Dengan dibiasakan berimaginasi, berfikir positif dan mengasah kreatifitas, anak-anak akan mendapatkan kecerdasan yang plus. Karena pintar itu bukan hanya di bangku sekolah saja, tapi pintar dan cerdas juga dibutuhkan di lapangan. 


Baca juga :



Kunjungi juga channel youtube saya
👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Picture : Dokumen Pribadi/ Catatan Anita



Post a Comment