Widget HTML Atas

Program IVF (Bayi Tabung) Di Ferina Hospital Surabaya (Bagian 1)

Picture : unsplash/ Peter Oslanec


Ini keputusan kita, ya ini adalah keputusan kita bersama dengan sadar dan penuh pertimbangan, saya dan suami.

Keputusan ini memang tidak mudah. Berawal dari suami saat di Gresik yang di ajak konsul ke dokter spesialis andrologi kenalan ayah mertua. Saat konsul dokter menanyakan beberapa hal seperti usia pernikahan, usia suami dan saya. Tapi ketika beliau mendengar info usia saya, dokter kenalan ayah mertua (Dokter Rian) pun secara spontan langsung bilang, yasudah  IVF/bayi tabung saja. Tapi dok, apakah semua masih bisa normal ? maksudnya apa masih bisa di treatment dengan obat? ya bisa saja, tapi mau menunggu sampai berapa lama lagi, berapa tahun lagi ? 


Kunjungi juga channel Youtube saya,

👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Video : Youtube/ Catatan Anita


Merujuk dari pengalaman anaknya yang juga tidak mudah punya keturunan, mereka berhasil mendapatkan momongan setelah 7 tahun lamanya  menunggu dan berhasil di Ferina Hospital (FH) oleh Dokter Aucky dan team. Alhamdulilah program itu sukses. Padahal menurut ceritanya anak dokter rian saat pemeriksaan pertama kali persiapan pra batab harus menjalankan terapi kurang lebih sekitar 6 bulan dikarenakan terdeteksi kista atau miom. Jadi bayangkan saja 6 bulan sebelumnya harus di obati atau dibersihkan dulu kendala tersebut. Sungguh perjuangan yang panjang ya pra batab saja harus di treatment 6 bulan lamanya. Kondisi pasangan terutama pihak wanita harus benar-benar fit.

Lalu berapa biayanya ?
Menurut ceritanya berdasarkan pengalaman anaknya terebut  dengan total treatment sebelum program dimulai batabnya menghabiskan sekitar 90 juta.

Kondisi normalnya proses batab di Ferina Hospital hanya menghabiskan sekitar 50-70 juta menurut dokter rian. Dan ini jauh lebih murah dibanding proses batab di daerah Jakarta. Karena menurutnya di jakarta jauh lebih komersil dibanding dengan di Ferina.


Saya pikir dengan semua info tersebut, insya allah akan kami jalani sebelum tahun 2019 ini berakhir. Tapi entah bagaimana semua kondisi seperti menuntut saya untuk segera memulainya.

Picture : unsplash/ Ignacio Campo


Dan mulailah proses tahap awal di pertengahan bulan July 2019.

Tahap pertama,
Kami harus datang ke Ferina Hospital pada saat saya kondisi menstruasi hari ke-2 atau ke-3.

Jam buka Ferina Hospital 8am - 9pm.
Jadi biasanya pasien disuruh datang pagi untuk lakukan semua proses dengan teratur. Tapi menjelang siang, ruang tunggu biasanya akan mulai sepi. Lalu sorenya akan mulai rame lagi sampai malam.

Di pagi hari pasien akan menjalani tes-tes yang dirasa perlu untuk rekam medis. Seperti cek USG, tes darah, tes sperma. tes darah untuk mengetahui HIV dan kondisi apa ada penyakit dalam. Namanya klo gak salah scrining suami dan Istri.

Kesan pertama kali datang ke FH (Ferina Hospital) saya seperti datang ke sebuah hotel. Karena memang tidak nampak seperti rumah sakit pada umumnya. Kami di sambut oleh petugas keamanan yang berpakaian hitam dan bersepatu hitam yang mengkilat, dengan sopan mereka membantu kami dan mengarahkan ke bagian receptionis untuk melengkapi administrasi di awal proses. Mereka meminta info data-data kita dan selanjutnya kami di arahkan ke bagian kasir untuk menyelesaikan pembayaran untuk selanjutnya di tes darah, tes analisa sperma, tes usg dan konsultasi dengan Dokter Aucky.

Prosesnya lumayan menghabiskan waktu, karena kami jelas harus mengantri dengan pasien-pasien lainnya. Tapi disini sangatlah teratur, sehingga setiap orang yang datang ke sini tidak dibiarkan bingung dan menunggu dengan tidak jelas. Pagi tes atau konsul dan sorenya sekitar jam 4 bisa ambil antrian baru untuk bertemu dokter untuk dibacakan hasil labnya.

Perlu di catatat :
Semua rekam medis sebelum-sebelumnya yang kamu punya tidak akan di lihat oleh dokter. Karena mereka menginginkan rekam medis yang terbaru. Adapun yang tidak berhubungan dengan kesuburan atau lebih ke penyakit dalam lainnya, dokter biasanya akan merekomdasikan untuk lakukan cek lab agar bisa diketahui lebih detail penyakit dalam atau kondisi tubuh yang kurang fit untuk proses ayi tabung ini. 

Picture : unsplash


Proses Pra Batab Pun Dimulai

Hari Pertama : 
Kami datang pagi sekitar pukul 8 atau 9 pagi. Cek  lab awal pun di mulai saya dan suami ikuti semua prosedurnya dengan baik. Sorenya hasil lab kami dibacakan oleh dokter Aucky. Saat konsul Dokter Aucky menjelaskan dengan transparan bahwa ini akan memakan biaya kurang lebih 55 Juta.

Yang mana ini akan melalui beberapa bagian yaitu 9 kali suntikan kurang lebih 19 juta, proses Opu (Ovu Pick up) 21,5Juta Plus 2 juta jika mau ditamba dengan bius total. Biaya ini sepertinya jauh lebih murah, dibanding dengan RS ternama di jakarta yang menangani Batab juga bisa menghabiskan biaya sekitar 80-120 juta. Dan itupun balik lagi tergantung kondisi kedua pasangan apakah akan melalui treatment (pengobatan) tambahan atau tidak. Karena pada hakikatnya biaya yang akan dikeluarkans setiap pasangan akan berbeda-beda tergantung pada kondisi kesehatannya.

Oh ya, karena sel telur saya kecil-kecil, saya di resepkan Glucopahge dan Microgynon oleh dokter Aucky. Dikonsumsi sampai habis lalu datang lagilah bulan depan saat haid hari ke-2 untuk memulai proses batab sesungguhnya.

Hari Kedua :  Suami disuruh lakukan tes darah lagi dengan pengecekan lebih detail untuk mengetahui masalah apa yang dimilikinya. Karena mumpung di surabaya, sayapun ikutan saja menemaninya.

Saat sorenya waktu  pembacaan hasil tes suami oleh Dokter Hamdani saya bener-bener kaget karena ternyata dokter juga membacakan hasil tes darah saya yang kemaren juga, padahal hari ini kan tes dilakukan hanya untuk suami saja. Untung alhamdulilah saya ikut, kalau tidak mana saya tahu kabar ini. Dokter menjelaskan sedkiti yang menurut hasil lab kemarin saya itu, saya di curigai punya masalah pada liver dan insulin. Karena itu beliau merekomendasikan untuk pengecekan lab lebih lanjut di RS Siloam. Surat rujukanan pun diberikan tertuju ke Dr. Sp Penyakit dalam yang biasa bekerja sama dengan FH (menanganin pasien yang mau proses batab) - Dokter Hadi Susantyo.

Hari Ketiga : 
Sesuai surat rujukan itu saya ditemani bapak ibu mertua datang ke RS Siloam untuk konsul ke Dokter Hadi. Selanjutnya saya lakukan tes lab lebih detail lagi untuk tes darah, SGPT, SGOT, dan USG.
Tes ini untuk lebih meyakinkan medis tentang kondisi saya yang sebenarnya.
Hasilnya lab siang dibacakan malamnya oleh Dr. Hadi Susantyo, alhamdulilah hasilnya memang di angka maksimal standar gula darah tapi belum masuk diabet. masih pra diabet. Tapi ini sudah warning. Maka dari itu saya di sarankan untuk mengkonsumsi Jamu Jarak.
Hah ? yang bener dok... gak ada yang lain apa dok ?
dan dan dokterpun ketawa sambil berbisik ke ibu mertua dokter hadi bilang Jamu Jarak itu adalah Mulut Jangan Rakus,,,, hahahahaaaaa...
Intinya harus diet dan olah raga... hehehehee kocak...

Hari Keempat :
Saya konsul lagi ke Dokter FH untuk hasil lab gula darah kemarin. Kali ini saya ketemu lagi dengan Dr Aucky, saya bilang sudah diberikan obat juga oleh Dr Hadi. Dokter Aucky sedikit menjelaskan hasil tes saya kemarin, ada beberapa angka yang batasnya sudah maksimum dan saya harus perhatikan asupan makan juga gaya hidup. Wah serem nih kayanya, gak boleh asal makan lagi mulai sekarang. Tapi ya belum juga habis dan baru aja dapet obat dari Dokter Hadi, Dokter Aucky sudah menantang saya dengan statement, "Jadi kapan mau mulai batabnya?", sontak saya langsung bilang" bulan depan bisa dok", dan Dokter Aucky pun bilang. "Ok, mari kita mulai".
Selanjutnya saya kembali ke jakarta dengan PR harus mengubah gaya hidup dengan harus olah raga, dan diet menjaga makanan keseharian. Intinya jangan yang manis-manis nit hehehee.., begitu katanya.





Kunjungi juga channel Youtube saya,

👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Video : Youtube/ Catatan Anita


18 comments for "Program IVF (Bayi Tabung) Di Ferina Hospital Surabaya (Bagian 1)"

  1. Hai ,ba nita slm kenal aq putri,aq jg ada rencana mau program bayi tabung,boleh minta no wa'a ga?klo ga keberatan aq mau tnya2 seputar ivf diferina dngn dr.Aucky.Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa DM di Instagram ya nanti saya akan balas, mkasih sblmnya sudah mampir di blog saya.

      Delete
  2. Hallo mba, bolehkah saya minta no WA. Saya juga ingin ke dr aucky. Minta sharing2 nya mb. Terimakasih

    ReplyDelete
  3. bisa DM di Instagram ya nanti saya akan balas, mkasih sblmnya sudah mampir di blog saya.

    ReplyDelete
  4. halo mba, apakah dr aucky masih praktek? kabar nya beliau stroke. saya ingin ivf di sby tapi masih survey dr. thanks ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. dokter aucky masih praktek dan sehat wal'afiat mba, saya masih ketemu beliau per tgl 7 maret kemarin.

      Delete
    2. Hallo mb nita,boleh minta Nama IG nya,mau tnya lebih jelas lagi ttg ivf di ferina,,terimakasih

      Delete
    3. silahkan klik saja icon instagram di bagian sebelah kanan dibawah foto saya mba

      Delete
  5. Mbk bisa minta nama IGnya. Mau tanya2 seputaran ivf di ferina

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa langsung klik aja di icon IG di samping sebelah kanan, di atas blog archive ya mba :)

      Delete
  6. Mana ya mbak oh nya kok sebelah kanan TDK ada samping blog nya

    ReplyDelete
  7. semangat sll y mb, bc2 blog mb jd inget perjuangan sy kmren mulai maret 2019, Alhamdulillah anak sy skrng sudh usia 1 tahun

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mba mahesi. kita sama-sama tahu perjuangan itu memang menguras semuanya ya mba, baik fisik maupun mental. selamat mba, semoga sehat-sehat terus sekeluarga, salam untuk keluarga.

      Delete

Post a Comment