Update Kondisi Embrio Setelah OPU, Penjelasan Dokter Embriolog Bocah Indonesia (Part 3)

Picture : Unsplash.com


Embrio yang bagus adalah adalah embrio yang bisa berkembang dan bertahan dalam kondisi yang bisa membuatnya stres. 


Apa yang membuat embrio stres ?

Menurut penjelasan dari dokter embriolog, embrio akan stres ketika :

1. Saat dia di bekukan

2. Saat di cairkan kembali

3. Saat di di aktifkan kembali

4. Saat cek poin

Keempat proses itu ternyata membuatnya sangat stres, maka gak heran hukumnya menjadi "siapa yang kuat, dia yang bertahan", dari situ embrio ini baru bisa dikatakan survive jika sudah bisa bertahan sampai di D3 atau bahkan D5 yang selanjutnya akan di bekukan. Jika sudah waktunya embrio yang telah di freeze ini akan di cairkan kembali guna di transfer ke dalam rahim ibunya.

Contoh kasus yang pernah terjadi. Saat embrio di bekukan, embrio ini dinilai sebagai embrio yang berkualitas excellent, bagus dan unggul. Tapi ketika dicairkan, ternyata embrio mengalami stres dan kurang bisa bertahan, hingga akhrinya membuat embrio ini turun secara grade dan kualitas. Hal ini sangat disayangkan. Proses pembekuan itu sudah membuatnya stres di tambah dengan proses pencairan. Jadi ia harus mengalami stres yang dobel. Belum lagi di step selanjutnya dia harus penyesuaian lagi  bertahan hidup di tempat yang baru, di dalam rahim ibunya. Perjuangannya untuk bisa bertahan hidup dan berkembang benar-benar sangat di uji. Maka dari itu hanya embrio yang benar-benar bagus dan kuat bertahan hiduplah yang mampu berkembang dirumah aslinya di rahim ibunya.


Picture : Unsplash.com


Baca juga :

Persiapan FET Dengan Tindakan Histeroskopy Dan Endometrial Scratching di Bocah Indonesia (Part 4)
Persyaratan FET Pertama Dan Pentingnya Akupuntur - IVF Kedua dI Bocah Indonesia (Part 5)
Proses Akupuntur Untuk Menunjang Program Keberhasilan Bayi Tabung Di Bocah Indonesia (Part 6)


Pengalaman Promil IVF (Bayi Tabung) Di Bocah Indonesia - Pusat Fertilitas Di RS Primaya Tangerang 2021 (Part 1)
Prosedur Suntik Stimulasi Persiapan OPU (Ovum Pick Up) Di Bocah Indonesia (Part 2)




Pengaktifan Embrio

Embrio yang kurang bisa berkembang atau sempat berhenti berkembang di hari-hari perkembangan (D0-D5) akan pantau dan di awasi betul oleh para embriolog. Nah jika begitu kondisinya (melambat), embrio-embrio ini maka akan di aktifkan kembali. Pengaktifannya kembali biasanya juga di bantu dengan pemberian kalsium ionosfor sebagai bentuk upaya agar embrio bisa lebih baik kondisinya.

Nah dari sinilah kita bisa lihat bahwa kinerja para dokter embriolog sangat berperan sekali. Mereka mengawasi dengan betul perkembangan embrio-embrio dari hasil penyatuan sel telur dan sperma yang telah terpilih di hari OPU lalu. Yang selanjutnya embrio-embrio ini akan dipantau perkembangannya  apakah akan menjadi embrio D3 atau D5. Btw, untuk embrio D3 namanya morula, sedangkan embrio D5 namanya blastosis. Embrio D3 yang bagus biasanya bentuknya berkembang selnya membelah di dalamnya menjadi 8 sel dalam satu bundaran. Sedangkan embrio D5 yang bagus, biasanya sudah terlihat bulatan kecil yang di sekitaran cangkang yang nantinya jadi calon plasenta baby. Tentunya dengan minimnya fragmentasi akan membuat kualitas embrio D5 akan makin bagus.





Penjelasan dokter embriolog

Saat pertemuan di D3 setelah OPU dengan dokter embriolog (Dokter Mira) sangat membuka wawasan kami tentang kondisi embrio-embrio kami. Beliau dengan sabar menjelaskan setiap pertanyaan-pertanyaan kami selama pertemuan tersebut. Sungguh terharu sekali saya dan suami, kami baru mengetahui lebih dalam tentang kondisi embrio-embrio kami ketika proses disini, wawasan baru dan ilmu baru yang luar biasa. 

Di D3 atau 3 hari setelah OPU tersebut, kami memang di jadwalkan konsul dengan dokter cyntia untuk usg kondisi rahim setelah OPU dan keluhan apa yang saya rasakan. Dan ternyata di sela-sela konsul itu kami juga dipertemukan dengan dokter embriolog yang ternyata juga ingin menjelaskan dengan detail tentang kondisi terupdate embrio-embrio kami. Dan akhirnya kami bertemu juga dengan Dokter mira,  dokter dengan sabar dan penuh edukasi menjelaskan kondisi setiap embrio yang kami miliki satu per satu dari di D0 (hari OPU) sampai D3, waktu itu.

Setelah OPU saya panen 28 sel telur, ketika di satukan dengan sperma ternyata menghasilkan 22 embrio di hari pertama (D1), lalu berkurang menjadi 19 embrio di D3. Disini kami bebas bertanya berbagai macam hal, yang pada akhirnya kami memutuskan untuk lanjutkan/ push mereka (para embrio) untuk di uji sampai D5. 

Dokter pun sudah menjelaskan jika di lanjut sampai D5 otomatis akan berkurang kurang lebih 50% ya bu pak, dan ternyata benar di D5 kami dapat info yang berhasil bertahan itu ada 8. Lalu ada ketambahan satu lagi embrio D6 (karena ada pengaktifan kembali embrio yang lambat berkembang sebelumnya). Jadi total simpanan embrio kami yang di bekukan ada 9.

Informasi tambahan yang kami dapat dari dokter embriolog hari ke 5 atau D5 lalu. Dengan banyaknya embrio D5 yang kami dapatkan, maka proses pembekuan akan dilakukan per 2 dan selebihnya hanya 1 yang di bekukan. Karena yang per 1  trakhir (embrio tersebut menyusul). Jadi jika esok akan FET otomatis yang di cairkannya ya seperti yang sudah di pasangkan tersebut. Menurut dokter embriolog pembekuan per pasangan ini diatur berdasakan yang bagus dengan yang kurang, atau yang super dengan yang biasa. Contoh saya punya 3 excellent dan 6 good. Berarti nanti akan ada 3 pasang excellent dengan yang good dan 1 pasang good dengan good, lalu selebihnya sendiri good aja. Dari sini saya paham kenapa dokter bisa masukan 1, 2 bahkan 3 karena tergantung gimana proses pembekuannya. Kalau dari kasus saya berarti bisa di masukan 1 saja, 2 atau bahkan request 3 karena ada 1 embrio yang dibekukan secara ganjil.

Untuk informasi,  grade dan penilaian per embrio itu berdasarkan standar internasional ya, berarti memang sudah tinggi standarnya.


Picture : Unsplash.com


Tanya jawab dengan dokter embriolog saat bertemu di D3

Karena memang banyak embrio yang berkembang bagus jadi waktu yang diperlukan dokter menjelaskan ke kami lebih lama. Ditambah juga dengan banyaknya pertanyaan kami mengenai embrio-embrio tersebut. 

Selanjutnya, doker menanyakan apakah mau di tambah pengujiannya sampai D5 atau sampai sini saja ?Kami pun tanya apa kelebihan dan kekurangannya kalau kita uji lagi sampai D5.

Kelebihannya, embrio D5 sudah jelas naik level karena sudah terujinya bertahan dan berkembang sampai D5, tentu lebih bagus kualitasnya di banding D3. D5 jelas lebih survive. Untuk  embrio D3 pembelahan sempurnanya ada  8 sel dalam 1 bulatan embrio. Dan D5 nanti pembelahan itu akan buyar dan seperti menempel ke cangkang/ sisi bulatan yang mana nantinya bisa keliatan mana yang akan menjadi cikal bakal plasenta dan mana yang akan menjadi calon janin . 

Di D5 nantinya embrio yang sudah tidak mampu lagi berkembang akan rusak. Pengujian embrio dari D3 ke D5 ini akan ketauan  mana yang benar-benar bagus dan mana yang jelek akan tereleminasi, ya jadi kurang lebih seperti seleksi alam, mana yang kuat dan bagus dia yang bertahan

Menurut pendapat dokter, biasanya dari D3 ke D5 pengurangannya sekitar 50%, tapi semua di kembalikan ke keputusan ibu dan bapak, apakah cukup sampai sini saja (D3) atau mau lanjut sampai D5. Selain akan berkurang 50%, di D5 nanti setiap embrio yang bertahan dengan baik akan di diberi penilaian standar internasional (grade).

"Berdasarkan pengalaman sih dok dulu ivf di surabaya, kami dapat 6 embrio yang mampu mencapai D5", dan dokter mira pun sumringah, "wah berarti embrio ini juga bisa di uji sampai D5 pak bu". Dan kami jawab, oke kalau gitu dok dilanjut saja sampai D5. 

Karena saya punya 19 embrio di D3, maka hasil finalnya embrio kami berkurang menjadi 9 embrio yang bertahan di D5.


Picture : Unsplash.com


Update kondisi embrio per harinya,

DO.) Hari OPU, Telur-telur yang sudah di panen dari rahim saya disatukan dengan sperma suami (sebelumnya dokter sudah dipilih mana saja bentuk dan kualitas yang terbaik dari sperma yang di tampung), lalu tim embriolog bekerja dengan alat canggihnya untuk menyatukan. Oh ya, total telur saya yang di panen saat OPU ada 28.

D1.) Hari kedua atau alias keesokan harinya setelah OPU, disini kami mendapat informasi via email dan foto-foto perkembangan embrio. Dari total 28 telur yang saya hasilkan dan di injeksi semuanya, yang berhasil menyatu (telur dan sperma), jadi total ada 22 embrio.

D2.) Tidak ada info, karena para embriolog tidak bisa cek setiap hari, dikarenakan embrio bisa stres kalau dicek point setiap hari. Jadi prosedurnya check point hanya dilakukan di D1, D3, dan D5

D3.) Dari 22 embrio yang dilaporkan di D1 sebelumnya, yang mampu berkembang dan menyatu meski ada beberapa yang punya banyak fragmentasinya, update terkini menjadi 19 embrio. Embrio-embrio itu telah berhasil berkembang di D3. Berita baiknya embrio yang telat bereaksi lainnya, ternyata masih di usahakan di aktifkan kembali oleh para dokter embriolog. Ya Allah terima kasih, ini seperti ngasih kesempatan mereka untuk bisa aktif kembali dan berkembang dengan baik membentuk embrio yang bagus, bukan dibiarkan begitu saja.


Sebagai catatan,

Saat kami akan program IVF di awal, Dokter obgyn memang bilang sebaiknya segera DP saja agar biaya-biaya yang seharusnya kena jadi tidak kena (seperti konsultasi Dr. obgyn) dan saat itu ternyata sedang ada program free kalsium ionofor untuk tindakan OPU oktober 2021. Meski kami lakukan OPU di bulan november 2021 dan sudah pasrah kalau tidak dapat, tapi ternyata saat bayar tagihan di kasir Kalsium Ionosfor itu benar-benar kami dapatkan dan sudah berhasil di berikan ke embrio dengan tagihan Rp 0, alias masih gratis, alhamdulilah.. 


Apa itu kalsium ionofor ? 

Mengutip info di web Bocah indonesia adalah sbb,

"Untuk meningkatkan peluang keberhasilan pasutri dalam program bayi tabung, sel telur (oocyte) yang telah disatukan dengan sperma harus bisa tumbuh dan berkembang setahap demi setahap. Sel telur itu perlu berada dalam kondisi aktif, dan aktivasi sel telur itu ditentukan oleh sekian banyak faktor yang bersumber baik dari sperma maupun sel telur itu sendiri. Salah satu faktor penting yang mendukung proses aktivasi sel telur adalah kandungan kalsium di dalam sel telur. Apabila sel telur tidak mampu mengalami aktivasi secara mandiri, maka dokter akan mempertimbangkan melakukan aktivasi sel telur secara buatan (artificial oocyte activation, AOA)."

"Aktivasi artifisial ini menggunakan kalsium ionofor dan biasanya dilakukan untuk mengatasi masalah semisal kegagalan fertilisasi menyeluruh (total fertilization failure) dan globozoospermia. Pasien dengan kasus oligoteratoasthenospermia, istri dengan persediaan sel telur yang minim, dan istri dengan masalah infertilitas yang tidak bisa diketahui penyebabnya juga bisa diresepkan untuk menjalani aktivasi buatan ini. Kalsium ionofor, misalnya ionomycin atau calcimycin, merupakan dua contoh zat yang paling sering digunakan untuk mengaktivasi sel telur yang ‘tidur’. "

"Aktivasi buatan terhadap sel telur dapat dilakukan baik secara elektrik, mekanik, maupun dengan cara kimiawi dalam rangka meningkatkan kandungan kalsium di dalam sel. Ketika yang digunakan adalah cara elektrik, kejutan listrik dialirkan untuk menggerakkan protein ke lapisan membran sel telur. Seiring datangnya protein itu, jumlah pori-pori pada lapisan membran akan bertambah, sehingga lebih banyak kalsium yang masuk ke dalam sel telur."


Picture : Unsplash.com

Update kondisi embrio,

D4.) Tidak ada info apapun

D5.) Hari yang bikin deg-deg'an, karena hari ini kami akan menerima kabar berapa embrio yang berhasil survive dan berkembang dengan baik juga mempunyai kualitas yang baik. Hari ini kami tidak ada konsultasi offline dengan dokter cyntia, tapi ketemu secara online dengan dokter embriolognya. Koneksi sudah tersambung dan dokter akhirnya mengabarkan dengan detail kondisi terupdate embrio-embrio tersebut. Intinya dari 19 di D3 yang survive, di D5 ini yang berhasil survive dengan baik ada 8 embrio. 3 embrio dengan grade Excellent, 5 Good dan sisa lainnya Poor. Dan masih ada  2 sampai 3 embrio lagi yang masih di usahakan para embriolog untuk di aktifkan kembali. Masih di lihat perkembangannya. Jadi yang embrio yang masih di awasi dan dilihat  perkembangannya itu di tunggu sampai D7, kata dokter. Jika ada info dadakan dari perawat artinya dokter ingin ketemu online yang bisa di artikan kemungkinan besar ada info embrio kualitas bagus yang nambah lagi. Jadi untuk hari ini kami berdua setuju, yang di freeze ada 8 embrio

D6.) Pagi-pagi tanpa di duga ada chat wa dadakan dari perawat, kalau dokter ingin di adakan ketemu online. Dan benar saja, zoom dadakan ini dokter mengabarkan ada kemungkinan 2 embrio yang berkembang, 1 bagus (grade Good plus) tapi yang satu lagi masih kurang bagus, (grade Good minus). Dokter tanya, apa mau di tambah freezenya dari kemungkinan tersebut. Dan kami sepakat yang ditambahkan yang grade Good plus saja. 

Jadi hari ini kami deal dengan ketambahan 1 embrio lagi yang di freeze, alhamdulilah.Total embrio yang di freeze ada 9. 3 Excellent, 6 Good. Jika besok di D7 ada kabar dadakan lagi kemungkinan sama informasinya seperti ini, ada kemungkinana embrio yang berkembang bagus lagi kualitasnya. Tapi jika tidak ada info dadakan, berarti memang tidak ada kabar terbaru yang baik .

D7.) Tidak ada Info


Informasi tambahan

Ada info bagus dari akun instgram nurture.hf yang berguna untuk kita ketahui, sebagai pejuang garis dua via IVF. Tentang apa yang terjadi setelah embrio di transfer ke rahim ibu :


Embrio, baik yang dipindahkan pada tahap pembelahan (hari ke 2/3) atau pada tahap blastocyst (hari ke 5/6), secara teori harus ditanamkan ke permukaan dinding endometrium pada hari ke 7/8 dari perkembangan embrio.

Agar embrio dapat berimplantasi, ia harus berkembang menjadi blastocyst.

Sebuah blastocyst terdiri dari:

Sel inner cell mass (ICM) yang akan membuat bayi & sel trofektoderm (TE) yang akan membuat plasenta & struktur penunjang kehamilan lainnya. Sel TE adalah jaringan progenitor dari seluruh komponen epitel plasenta yang dikenal sebagai trophoblast.

Pada hari 6-8 perkembangan embrio (hari 1-3 pasca hari ke-5 ET):

Sel TE membantu implan blastocyst dengan melepaskan molekul khusus (L-selectin) di permukaannya, yang membantu membangun hubungan antara blastocyst dan induknya.

Sel ICM, sekarang disebut sel embryoblast, berubah menjadi struktur 2 lapis datar baru yang pada akhirnya akan menjadi semua jaringan dan organ bayi.

Untuk meringkuk lebih dalam ke area di mana embrio telah memilih untuk ditanamkan, sel-sel trophoblast dikelompokkan menjadi dua lapisan sel khusus yang membantu embrio menggali ke dalam dinding endometrium.

Pada hari ke 9 perkembangan embrio (4 hari setelah d5 ET):

Embrio yang telah didorong lebih dalam ke dalam apa yang dikenal sebagai desidua basalis, bagian ibu dari plasenta yang sedang berkembang yang melindungi embrio dari serangan sel-sel kekebalan ibu & memberikan dukungan nutrisi bagi embrio yang sedang berkembang sampai plasenta terbentuk.

Pada hari ke 11 (6 hari setelah d5 ET) blastocyst harus hampir sepenuhnya menjadi kepompong.

Sekitar hari ke 14 (9 hari setelah d5 ET) tonjolan kecil yang disebut vili primer (terlihat seperti pohon kecil!) mulai terbentuk di sekeliling embrio. Saat ini terjadi arteri & vena dari ibu mulai tumbuh di tempat implantasi. Dan beginilah cara plasenta berkembang.

Selama minggu ke 3 perkembangan embrio (2 minggu setelah d5 ET), blastocyst sepenuhnya tertanam dalam jaringan endometrium & mengalami proses yang disebut gastrulasi - yang dimulai sekitar hari ke-14. Setelah ini, serangkaian peristiwa yang rumit mengarah pada pembentukan janin (bayi)!


Baca juga :


Kunjungi juga channel youtube saya
👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Video : Youtube/ Catatan anita







Post a Comment