Persiapan FET Dengan Tindakan Histeroskopy Dan Endometrial Scratching di Bocah Indonesia (Part 4)




Karena kami seperti sedang kejar-kejaran dengan waktu, tentu sesuai yang di infokan di awal untuk frozen transfer embrio minimal harus menunggu 3x siklus haid. Kalaupun jika kondisi kemarin memungkinkan saya bisa fresh embrio, akan sangat menyenangkan. Tapi ternyata gak begitu jalannya. Harus sabar dengan proses semua ini.

Di siklus haid yang pertama jelas itu adalah pembersihan darah atau sisa cangkang telur yang sudah di ambil waktu OPU. Sedangkan siklus kedua sudah bisa dimulai persiapannya. 

Disiklus yang pertama haid saya masih normal di hari ke 25 atau 26, sedangkan di siklus yang kedua ternyata lebih panjang dari biasanya. Saya baru haid di siklus kedua ini di hari ke 39. Sempat panik kan, kenapa begitu lama, suami sampai tanya perawat waktu saya haid di hari ke 35 dan katanya, tunggu dulu saja pak kalau sampai hari ke 40 kalau belum juga haid baru datang kesini, konsul dengan dokter cyntia.

Alhamdulilah, di hari ke 39 saya haid. Dan langsung gerak cepat kontak Bocah Indonesia untuk buat janji ketemu dengan dokter cyntia. Saat konsul saya dan suami tentu menanyakan hal ini, "kenapa bisa terjadi ya dok"? Menurut dokter cyntia, "ini wajar terjadi pada pasien dengan riwayat PCO atau PCOS, tapi kalau sampai hari ke 40 masih belum haid juga bapak ibu silahkan datang kesini untuk pemeriksaan lebih lanjut”.

Konsulnya tentu saja sudah sepaket dengan pemeriksaan via usg transvaginal, dan setelah dokter cek memastikan kondisi saya after OPU, apakah masih ada cangkang yang tersisa di dalam karena itu akan mengganggu, dan alhamdulilah semua bersih, tidak ada sisa-sisa cangkang telur. Kami langsung bilang untuk mau lanjut FET saja segera dok bulan depan. Dari kepastian kami ini menjadikan dokter cyntia gercep juga untuk mempersiapkan saya menghadapi FET di siklus depan.

Selanjutnya di hari ke 10 haid saya bulan kedua ini, saya telah di jadwalkan untuk histeroskopi dimana di dalamnya dokter juga akan lakukan tindakan endoscratching


Baca juga :




Apa itu Histeroskopi dan Endoscrathing

Menurut alodokter.com, Histeroskopi adalah prosedur pemeriksaan kondisi leher dan bagian dalam rahim. Prosedur ini dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit atau penyebab ketidaksuburan dan membantu pengobatan kelainan pada rahim. Histeroskopi dilakukan dengan menggunakan histeroskop, yaitu alat berbentuk selang tipis dan lentur yang dilengkapi kamera di ujungnya. Alat tersebut dimasukkan ke dalam rahim melalui vagina, sehingga dokter bisa memeriksa kondisi bagian dalam rahim melalui layar monitor.

Sedangkan Eendoscrathing, atau bisa disebut Endometrial Scratching. Menurut bayitabungku.com  adalah suatuu tindakan yang bisa dilakukan agar meningkatkan peluang menempelnya janin di rahim.  Tindakan Endometrial Scratching ini mirip kuretase yang berguna supaya rahim menjadi subur sehingga embrio bisa menempel secara cepat. Biasanya ini dilakukan karena salah satu penyebab susah hamil, seperti gagalnya implantasi atau gagalnya penempelan janin di rahim.


Dari hasil join grup para pejuang garis dua saya banyak mendapat info berguna untuk persiapan IVF. Salah satunya menyarankan untuk kita yang masih sedang dalam promil IVF ini untuk nantinya request ke dokter untuk lakukan tindakan endoscratching. Tindakan ini dilakukan agar persentase embrio menempel di rahim lebih besar. Di awal pertama kali saya tahu tentang hal ini, sebenarnya saya mempertanyakan kenapa harus lakukan ini ya, tapi nyatanya itu penting juga untuk di lakukan. Lalu bagaimana saya yang orang awam ini bisa tathu-tahu request kepada ahlinya. Saya masih merasa aneh dan karena dulu waktu di ferina juga tidak pernah ada tindakan ini. 

Akhirnya saya mendapat info bahwa dokter cyntia selain melakukan tindakan histeroskopi (teropong rahim) beliau juga lakukan tindakan endoscratching. Berarti pas banget lah ya jadi saya tidak perlu repot-repot request, karena dokter sudah mengerti akan hal ini. Saya pikir tindakan ini bagus juga, ini seperti mencakul-cangkul tanah atau menggemburkan tanah sebelum penanaman bibit, agar tanah lebih gembur dan bibit bisa berkembang dengan baik. Pada kenyataannya endoscratching ini juga dilakukan kemarin itu seperti sedang memberi sayatan - sayatan pada rahim agar rahim ready di letakan embrio dan embrio kuat menempel dan berkembang dengan baik.


Picture : Unsplash.com


Prosedur Histeroscopy

Bisa banget dong, saya tidak perlu puasa sebelum tindakan. Bahkan disuruh makan dulu. Oh ya harus datang tepat waktu 1 jam sebelum tindakan, karena kita  nanti akan di beri obat 2 macam, obat  yang pertama berisi 2 pcs di minum setelah makan pagi/ atau diminum ditempat langsung, lalu 15 menit kemudian minum lagi obat lagi yang kedua, sepertinya itu untuk penghilang rasa nyeri tapi jelasnya kurang tahu.

Selanjutnya ganti baju ke ruang yang sudah disiapkan, untuk menuju ruang tindakan. Tindakan histeroskopi ini tidak lama biasanya kurang lebih 15-20 menit saja. Kalaupun ada masalah lain saat di teropong, dokter akan langsung lakukan tindakan saat itu juga. 

Sebenarnya histeroskopi itu kan hanya meneropong ya, jadi harusnya cepat plus dengan tindakan endoscrathing seperti membuat sayatan, atau bahasa awam di cangkul dulu itu tanah yang mau di tanami benih biar gembur. Nah kalau ada tindakan barulah akan memakan waktu, jika ditemukan keganjilan seperti polip atau infeksi atau hal lainnya, dokter akan segera membereskan tapi itu juga dilakukannya dengan cepat, untuk berapa lamanya kurang lebih bisa 30-45 menitan kalau ada tindakan yang berarti. 

Jadi saat tindakan itu suami boleh masuk, duduk dan melihat saja berdiri atau duduk dan memantau melalui monitor atas apa saja tindakan dokter saat itu. Dokter akan sambil menjelaskan apa saja yang ditemuinya didalam rahim, kalau bagus dokter akan bilang bagus, tapi kalau ada hal yang aneh dokter akan bilang juga. 

Dokter cyntia dan perawat sangat kompak, dokter cyntia memulai dengan halus tindakannya dan permisi mau memasukan alat ke tubuh kita. Seperti biasa tindakan dokter cyntia memang selalu halus itu yang saya suka. Tidak kasar apalagi membuat tidak nyaman. Dokter dengan sabar menjelaskan begini dan begitu, cepat sekali kerjanya. Yang saya rasakan, rasa gak enak kaya kebelet pup itu aja sih, sama seperti yang dokter bilang rasanya ya seperti itu. "Ibu tahan ya, rasaya kaya mau pup gitu", dan berkali kali perawat memanggil saya untuk memastikan saya baik baik saja. Kadang saya mengalihkan pandangan supaya saya gak merasa ngilu dengan tindakan yang sedang dokter lakukan. Jadi kadang liat di monitor, dan sesekali juga saya liat ke arah lain.

Oh ternyata seperti ini ya... yang namanya histeroskopi dan endoscrating. Tindakan ini bisa tanpa bius dan bisa juga dengan bius. Dan saya yang pilih yang tanpa bius. It was fun but,, di endingnya ada rasa yang gak enak yang saya rasakan. Dokter cyntia cuma bilang setelah selesai tindakan, "ini semua sudah beres ya pak bu, kita bisa lanjut terus IVF dan selanjutnya untuk menghilangkan nyeri karena pembersihan polip kecil plus infeksi yang ter'detect tadi, saya resepkan obat anti biotik dan penghilang nyeri, nanti tolong diminum sampai habis".  Trus agar tidak kemasukan bakteri karena habis pembersihan dan akan FET dalam waktu dekat, tolong jangan lakukan senggama dulu selama 2 minggu takutnya akan ada bakteri yang masuk dan menyebar ke arah yang berbeda". Jadi sepertinya dokter memastikan everything its okay dan kita bisa jalan terus dengan lancar sampai hari H.

Nyeri dan gak enak setelah tindakan membuat saya gak gampang bangun dari ruang tindakan. Tapi memang harus segera turun dan kembali ke ruang pemulihan. Di ruang pemulihan setidaknya saya butuh waktu 30-45 menit untuk bisa berdiri dan bertenaga untuk pulang. Sempat saya tanyakan ke perawat kira-kira berapa lama nyeri ini bisa hilang, dan katanya "1 hari bu, besok sudah kembali normal kok. Jadi jangan kahwatir bu". Dan alhamdulilah pulang dari RS saya sudah merasa membaik, hanya tinggal pusingnya saja yang masih dirasakan. Setelah dibuat  rebahan dan tidur di rumah barulah pusing itu hilang dan semua kembali seperti semula lagi.


Yang  Perlu Dipersiapkan Sebelum Dan Sesudah Tindakan :

1. Pembalut,

2. Underware ganti,

3. Sarapan pagi (usahakan sudah sarapan sebelum tindakan)

4. Obat pereda nyeri (seperti panadol biru) kalau sudah tidak tahan, untuk efek setelah tindakan.


Biaya Histeroskopy

Kalau Histeroskopi tanpa tindakan 5 juta, sedangkan Histeroskopi dengan tindakan 7.5 juta. 

Secara keseluruhan semua berjalan dengan cepat dan pulih juga dengan cepat. Jadi dont worrie and be happy aja, gak perlu takut dan tetap tenang di setiap kondisi, percayakan kepada ahlinya. Terutama pasrahkan semua kepada Allah, insya allah lancar, aamiin.


Picture : Unsplash.com


Kesan-Kesan terhadap dokter - dokter yang menangani kami di Bocah Indonesia 

Jujur saja, baru kali ini kami menemui dokter yang benar-benar luwes banget. Dokter Tiara, menjadi perhatian pertama saya dan suami. Dokternya itu enak banget di ajak ngobrol konsultasi, banyak banget informasi yang kami dapati setelah berkonsul dengannnya. Kita  tuh jadi pinter, jadi tahu detail, sebenarnya apa sih yang terjadi. Dokter yang tidak pelit dalam menjelaskan, panjang lebar ia berbeicara dan membuat kita semakin mengerti akan permasalahannya. Selalu mengajak diskusi pasiennya dan mencoba mencarikan jalan keluarnya dengan baik, bukan harus dengan cepat, karena cepat belum tentu tepat. Dan memastikan kualitas yang di dapat itu adalah yang terbaik. 


Dokter Cyntia

Setiap tindakannya halus dan saya belum pernah alami kesakitan karna ada tindakan kasar atau kurang nyaman. Gercep dalam tindakan dan hasil konsulnya telah menjawab keluhan-keluhan saya ketika habis tindakan. Seperti kenapa kita tidak bisa segera lakukan fresh embrio, ada apa di rahim saya ketika setelah OPU. Cerdas dalam memberikan resep dan diagnosa, tindakan dan resep yang diberikan itu pas sesuai kondisi yang saya alami. Dan itu berhasil di saya, ketika dokter memadukan resep obat a dan b di gabungkan untuk mendapatkan komposisi yang tepat. Dan alhamdulilah respon tubuh saya pun bagus menanggapinya. Salah satunya tehniknya, yaitu dalam pemberian dosis besar Gonal di depan saat stimulasi injeksi pembesaran telur dan juga resep kombinasi obat untuk pemecah telur agar telurnya membesar dengan rata, itu benar-benar berhasil di saya. Yang akhirnya kami mendapatkan banyak kualitas telur yang bagus. Masya allah you did it dok!!


Dokter Tiara

Meski yang berobat itu suami, tapi tidak dipungkiri saya selalu menemani setiap konsulnya. Jadi saya tahu benar bagaumana dokter tiara men’tratment suami dengan sangat detail dan penuh analisa. Yang saya suka dokter tiara tidak seperti dokter-dokter lain yang kami temui. Beliau sangat kooperatif atas permasalahan yang kami hadapi. Kami di jabarkan apa yang terjadi, dan di ajak diskusi bersama. Beliau juga tidak langsung ambil tindakan instan untuk membuat segalanya harus segera berjalan. Tapi dengan cara dan tekhiniknya sendiri ia memperbaiki pasien dengan pasti dan penuh kehati-hatian. Meski saya harus lebih bersabar atas lamanya proses treatment ini, tapi kesabaran ini akhirnya berbuah manis dibelakangnya. Perbaikan itu mendapatkan hasil yang baik dan di luar ekspektasi, alhamdulilah. 


Dokter Mira dan Para tim embriolog

Membuat saya dan suami semakin pintar dengan ilmu tentang per embrio’an. Sebelumnya semua seperti masih menjadi misteri jika dikatikan dengan pengalaman ivf sebelumnya. Disini di bocah indonesia seperti menjawab pertanyaan kami satu per satu. Kenapa ada embrio D3 dan D5, apa bedanya kualitas embrio D3 dan D5, kenapa embrio bisa rusak dan turun kualitasnya sebelum di transfer ke rahim. Bagaimana sebenarnya kualitas embrio yang bagus, embrio yang jelek itu seperti apa kondisinya, kenapa embrio yang dibekukan itu bisa di katakan lebih kuat di bandingkan dengan embrio yang fresh, kenapa embrio yang beku itu harus di masukan 2, 3 atau bahkan 1 ke rahim ibu, bagaimana cara atau tehnik mereka dalam membekukannya. Dan semua info perkembangan embrio kami day by day benar-benar kami ketahui, foto-fotonya, kondisinya setiap waktu sebelum di bekukan. Sampai dengan embrio yang menggunakan jalur PGS/ PGTA. Semua dijelaskan dengan detail. 

Terima kasih dokter-dokter semua, we love you !!!!


Baca juga :



Kunjungi juga channel youtube saya

👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇


Video : Youtube/ Catatan Anita



Post a Comment