Cara Bijak Belanja Online Apalagi Saat Live Shopping, Perhatikan 9 Diantaranya


Buat saya sendiri belanja adalah bagian dari kehidupan sehari hari. Apalagi untuk memenuhi kebutuhan bulanan dirumah pasti rutinitas belanja bulanan gak terlewatkan. Apa saja yang di butuhkan itu, biasanya berulang ya dan itu-itu saja produknya. Beda hal jika mau ganti merek atau ada penambahan di beberapa item lainnya. Pasti niatnya mau nyobain atau memang karna lagi ada diskon atau promo tertentu. Cuek aja nyobain meski belum kenal sama produk itu sebelumnya. Dan biasanya suka kepincut gara-gara harga yang miring, plus ada “gembolannya” atau bonus di belakangnya. Ya gimanapun setiap orang bebas berbelanja dengan cara masing-masing.


Baca juga :



Kunjungi juga channel youtube saya
👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Video : Youtube/ Catatan Anita


Dulu saya tahunya belanja ya offline, konsepnya setelah gajian pasti belanja di swalayan untuk memenuhi kebutuhan rumah saat masih tinggal bareng orang tua. Tapi kini saat sudah menikah, belanja bisa kapanpun, Bisa offline dan online. Apalagi semenjak kenal dengan yang namanya live shopping. Sungguh bikin racun. Terutama di aplikasi tiktok yang membuat saya harus banyak ngerem hasrat belanja ini. Karena memang saya akui apa saja yang ditawarkan di live shopping itu, suka mengundang racun buat tangan ini masukin barang ke keranjang.

Awal pertama kali nyoba belanja ini sih cuma coba-coba aja. Karena saat itu masih baru banget fitur tiktok shop ini, jadi saya iseng dan coba-coba aja check out keranjang. Coba beli barang yang murah meriah, seharga 9900 rupiah. Mikirnya sampe gak nih, bohong gak nih, nipu gak nih. Kalau gak sampe yaudahlah relakan aja, hati ini bilang begitu. Secara cuma belanjanya recehan ini.  Eh tapi ternyata barangnya sampai dengan cepet dong. Iya beneran sampe dengan selamat sampai dirumah. Barang recehan yang sebenernya coba-coba doang itu, sampai ke rumah dan tanpa ongkos kirim, wah senangnya.


Picture : Pexels/ Mart production

Setelah pembelian pertama berhasil, lalu menjalarlah ke barang-barang lainnya, ah… memang ya wainita itu gak bisa lepas dengan yang namaya belanja. Tapi bener lho belanja itu terkadang bikin happy. Bahkan bisa menjadi candu. Tapi bahanyanya kecanduan ini bikin isi kantong sedih. Memang ya kalau bukan kita sendiri yang bisa mengontrol nafsu belanja, siapa lagi. Karena kita sendirilah yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengan diri kita sendiri. Boros enggaknya kita, kita sendiri yang tahu. Kalau gak pintar-pintar kelola keuangan dengan baik yang ada malahan boncos.

Ngomongin belanja memang enak ya, wanita mana yang gak suka belanja. Saya yang dulu suka menghemat-hemat beli apapun itu, sekali kenal yang namanya belanja online dan live shopping gini jadi ketagihan. Kadang juga suka lepas kendali kalau sedang berada di luar rumah, me time dan jajan dan beli apa aja yang di suka. Trus sadarnya pas ketika dirumah, ketika sudah habis gesek kartu sekian rupiah, nyadar kalau yang di gesek itu banyak juga ya hahaa…


Picture : Pexels/ Mikhail nilov

Saat live shopping pun, seringannya suka ikutin nontonin apa yang penjual sedang tawarkan. Nah dari disinilah awal jebakan maut itu berawal. Nontonin orang jualan. Berawal dari kepo, trus diliatin terus, trus kepo sama etalase jualannya, kepo sama ukurannya, kepo sama detailnya. Dan akhirnya jari jemari ini klik tombol buat masukin ke keranjang dong. Gak hanya itu aja, kalau sudah keracunan dan sok merasa butuh sama barang itu, hasilnya otomatis langsung check out. Aplagi penjual suka bilang barang terbatas ya, dan bla bla. hmmmm sungguh rayaun maut yang sangat dahsyat.

Ini memang benar jadi candu, candu yang berbahaya kalau gak bisa di tahan. Itulah mengapa makin kesini saya makin mikir dalam hati, “ini bener gak sih, seperlu dan sepenting apa sih barang itu kalau dibeli, beneran penting mau dibeli”. Dan pertanyaan lainnya di otak yang kadang timbul dan tenggelam kalau lagi lihat list keranjang belanjaan yang belum di check out. Karena memang betul, saat barang itu telah tiba dirumah, pasti yang harus dipikirkan mau ditaruh mana, mau di pakai untuk apa, mau gunakan buat apa, apa masih ada tempat dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.


Picture : Pexels/ Vlada karpovich


Dan mungkin ini beberapa hal yang saya lakukan untuk menahan hasrat belanja saat live shopping,

1. Tanyakan diri butuh dpenting gak barang itu

Berfikir sebelum membeli akan lebih bijak untuk kondisi keuangan. Bukannya gak mampu beli tapi jika barang itu kurang berfungsi atau gak butuh-butuh amat kan jadi sayang, mubajir lah ya kalau bisa dibilang. 

2. Budgeting barang yang di belanjakan

Belanja apapun itu memang harus di kasih budget, kalau enggak bisa kelewat batas. Dengan bugeting akan membuat kita lebih aman dengan masalah belanja dan pengeluaran lainnya. Bisa di atur dengan bulan ini sudah keluar sekian, kalau masih niat belanja bisa untuk bulan depannya.

3. Pikirkan isi lemari atau tempat yang akan ditaruh barang tersebut

Ini sangat penting, jangan jadi konsumen yang impulsif konsumtif. Karena itu bisa masuk pemborosan dan jadinya kita orang yang suka menumpuk barang tanpa ada effort untuk decluttering. Kembali, bijak sebelum membeli adalah kuncinya.

4. Jangan suka berlama-lama lihatin live shopping

Kalau mau main sosmed, ya main aja. Bukan berarti gak ada kerjaan trus malahan mantengin orang jualan. Karena ini bisa jadi racun, yang tadinya gak butuh kok jadi merasa butuh. Yang tadinya gak suka kok jadi tiba-tiba suka sama barang yang di jualnya. Jangan masuk jebakan kalau gak mau jadi konsumtif.

5. Jangan kepo sama barang di etalase

Ini penting, karena berawal dari kepo kamu akan menelusuri detail dari barang tersebut, ukuran, warna, bahan, penjualanm review dan info-info lainnya. Jadi kalau gak merasa perlu mencari sesuatu, jangan sok kepo. Karna kalau gak tahan jari, bisa-bisa langsung check out. 


Picture : Pexels/ Aandrea piacquadio


6. Pilihlah barang yang berkualitas

Nah mending punya barang bagus itu satu atau dua, dari pada banyak barang murahan yang numpuk dirumah. Karena barang berkualitas itu memang dari segi kualitas sudah kelihatan dan awet pula. Sedangkan barang murah suka menipu dari segi tampilan luar sedangkan kualitasnya sangat rendah.
Jadi jangan mudah tertipu dengan barang yang harganya murah meriah.

7. Terapi masukan ke keranjang, lalu pikirkan 7 hari kemudian

Ini menurut saya sangat membantu, karena dengan begini akan membuat kamu berfikir sebelum membeli, bijak sebelum menjadi konsumen yang terjebak manisnya mulut penjual-penjual itu. Pastikan kamu memang benar-benar butuh sama itu barang. Kalau gak butuh-butuh amat, mending fikirkan kembali.

9. Cek kredibilitas penjual dan produk

Nah bener banget, jangan karena livenya di tonton sekian ribu orang kamu jadinya percaya-percaya aja. Jangan!! Karena udah banyak orang main beli aja barangnya eh ujung-ujungnya ada yang merasa kecewa sama kualitasnya barang tersebut. Jangan karena akun itu populer dan banyak orang nonton, jadi membuat kamu langsung percaya sama produk tersebut. Cek reviewnya, cek kredibilitasnya dan cek sedetail-detailnya kualitas barang tersebut.


Baca juga :


Kunjungi juga channel youtube saya
👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Video : Youtube/ Catatan Anita


Post a Comment