Pic : doc pribadi/ anita komala sari
Jalan-jalan akhir tahun kemarin kami rencanakan di bandung, karena kondisi cuaca juga lagi kurang bersahabat jadilah kami cari tempat menginap yang menawarkan all in one. Hotel ini mungkin sudah banyak yang review ya. Dan inilah pengalaman kami di bandung saat liburan akhir tahun kemarin.
Pic : doc pribadi/ anita komala sari
Perjalanan Ke Bandung
Berangkat menggunakan kereta argo parahiyangan dari gambir menuju stasiun bandung, memakan waktu kurang lebih 3 jam. Ini waktu yang cukup ngebosenin juga ya tapi kami mencoba menikmati perjalanan menuju bandung ini di saat weekend. Alhamdulilah yaya bisa dikondisikan saat di dalam kereta. Sampai bandung pun sudah siang, dan kami langsung check in hotel saja untuk melepas lelah di jalan. Tapi memang berasa ya karena sebelumnya pernah merasakan naik kereta woosh ketika membawa yaya dulu yang masih bayi rasanya itu cepat banget sampenya, tapi ya memang ada harga ada kualitas. Kalau mau sampe bener langsung di stasiun kota bandung harus dengan kereta ini bukan kereta Woosh. Yah meski begitu kami mencoba nikmati saja perjalanan kereta ini.
Hal pertama kenapa kami pilih hotel ini, klasik saja karena banyak review yang bilang hotel ini salah satu hotel kids friendly di bandung. Jadi tanpa pikir panjang kami putuskan kesini. Memang ada nilai plusnya juga karena cuaca akhir tahun sedang tak menentu jadi yang gampang cari hotel yang bisa membayar liburan kita ini di satu tempat yang oke. Faktor cuaca menjadi hal krusial terlebih liburan membawa toddler harus dipikirkan segalanya. Kamipun awalnya ada niatan ingin ke arah lembang tapi sepertinya memaksakan jika hampir setiap hari selalu hujan di kala waktu beranjak siang. Hujannya pun awet sampai malam.
Jadilah kami ragu jika ingin bepergian ke daerah lembang. Oh ya menurut info driver yang mengantarkan kami ke stasiun waktu pulang, sebaiknya jika mau ke daerah lembang turunnya di stasiun padalarang bukan stasiun bandung. Karena dari sana akan lebih mudah aksesnya dan lebih deket. Karena kalau berangkat dari bandung kota akan lebih jauh dan seringnya bandung suka macet dimana-mana kalau weekend.
Pic : doc pribadi/ anita komala sari
Hotel Grand Tjokro Premier
Memasuki lobby hotel terkesan mewah ya, dan besar. Dan pelayanannya cukup baik. Untuk kamarnya yang kami dapat cukup nyaman, meski menurut saya penerangan kamar kurang. Karena hanya mengandalkan lampu redup seperti kondisi lampu tidur kalau aktivitas dailynya jadi ya kurang terang. Tapi selebihnya oke semua. Kami menginap di type kamar grand deluxe di lantai 1 jadi masih dekat ke lobby.
Hotel ini menawarkan ada mini zoo di rooftopnya, ada playground luar dan dalam, ada spa mom and baby dan tentunya swiming pool. Lengkap sih menurut saya ya. Untuk kebutuhan toddler dibawah umur 5 tahun rasanya ini sudah lebih dari cukup. Hotel bintang 4 yang menawarkan lebih ini bisa jadi alternatif berlibur dikala kondisi di daerah bandung sedang tidak begitu cerah. Untuk informasi mini zoo buka pukul 08.00 sampai pukul 17.00, jadi kalau mau kasih makan hewan-hewan baiknya setelah sarapan pagi saja sebelum bepergian ke tempat lain.
Untuk sarapan, hotel ini menawarkan banyak pilihan mulai dari menu tradisional indonesia sampai menu western. Untuk perubahan menu selama kami disana 4 hari 3 malam yang dirubah hanya sedikit saja selebihnya sama. Makanan banyak yang enak-enak tapi ada beberapa yang biasa rasanya. Yaya suka pasta dan nasi butternya.
Pic : doc pribadi/ anita komala sari
Lantai 10 Area Anak
Di area kolam renangnya ada dua macam, untuk dewasa dan anak. Untuk kolam anak sangat tepat sekali di setting hangat, sehingga anak main dengan nyaman tanpa merasa kedinginan. Ada seluncurannya juga lho. Meski kecil tapi ini cukup untuk anak toddler. Apalagi bandung tiap hari selalu di guyur hujan membuat kolam dewasa itu sedingin air es dari kulkas kalau kata yaya.
Oh ya jika ingin main di playground dalam, tempatnya cukup luas. Harga masuknya dengan pendamping Rp 75k buka dari jam 08.00 sampai 21.00, tempatnya mirip seperti playground yang di mall. Lalu ada ruang khusus untuk main pasir kinetik dan ada kelas melukis juga. Meski tempatnya di lantai ini sempit, tapi pengelola begitu memanfaatkan setiap sudutnya.
Pic : doc pribadi/ anita komala sari
Oh ya hewan-hewan di rooftopnya ada kuda, anak sapi, kelinci, ikan, burung merpati, kambing, kalkun, marmut, angsa, bebek, tupai, musang, rusa, kura-kura. Aktivitas yang bisa dilakukan seperti memberi makan hewan-hewan dengan sawi dan wortel, memberi makan burung dengan jagung kering, memberi susu untuk anak sapi. Semua ini tentunya bayar lagi ya. Bisa juga naik kuda. Semua ini bisa dilakukan di satu lantai saja di rooftopnya.
Harga memberi makan hewan sawi dan wortel 10k, memberi minum susu sapi 20k, memberi makan burung 10k. Semua ini bisa dibeli dengan kartu khusus yang berisi saldo untuk per paketnya. Tapi juga bisa beli per satuan feeding animalsnya.
Jujur kami puas dengan pelayanannya, anak senang mama ayah pun ikut happy. Yaya begitu exited ya meski masih takut-takut saat ketemu sama hewan - hewan tersebut. Pengalaman ini membuat memori indah untuknya. Terbukti ketika pulang ke rumah masih terus dibicarakan tentang pengalamannya tersebut.
Pic : doc pribadi/ anita komala sari
Liburan Santai
Jalan-jalan kami kali ini selain mengandalkan hiburan di dalam hotel, alhasil hanya kulineran saja dan mengunjungi satu tempat yang sudah legend yakni Rumah Mode. Meski rumah mode yang katanya orang udah ngebosenin, tapi bagi kami masih bisa menikmati shopping santai di sini. Abis cape bolak balik pilih-pilih baju atau celana bisa duduk nongkrong di tempat makannya. Tempatnya nyaman, makannya enak apalagi cemilannya mantab. Tempatnya nyaman dan ngangenin buat balik lagi.
Liburan kami hanya mengandalkan taksi online dan kereta sebagai transportasinya. Males ribet pengennya yang praktis-praktis saja. Gimana dengan liburan akhir tahun kamu ?
Baca juga,





