Just Be Your Self!


Picture : Pixabay.com

Setiap orang wajar menjadi apapun yang mereka inginkan. Meniru atau menciptakan model sebuah karakter personel itu sah-sah aja. Dan saya rasa itu sama seperti menemukan apa yang di sukai dan teruskanlah.

Seorang wanita karir yang sebelumnya cuma tahunya kerja ngantor yang jadwalnya sudah pasti jelas berangkat pagi sampai sore atau mallam. Baru tau apa arti sebuah keluarga jika sudah kehilangan salah satunya. Menjadi robot akan tergantikan tapi jika menjadi bagian dari keluarga tidak akan terlupakan sampai kapanpun.


Kunjungi juga channel youtube saya
👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇


Video : Youtube/ Catatan Anita


Saya rasa semua itu pilihan. Pilihan hidup mau terus mengejar materi atau mau menabung investasi dengan mencetak generasi penerus yang soleh dan soleha. Sebuah pilihan jika mengajarkan bacaan solat dilimpahkan ke guru di sekolah atau lebih memilih mengajarkannya saja di rumah. Dan setiap orang punya pilihan dan alasan atas apa yang menjadi keputusannya.

Tampil berbeda dengan yang lainnyapun bisa jadi akan menjadi pembicaraan banyak orang. Tapi selama itu tidak merugikan orang, why no, lakukan saja. Saya rasa perbedaan itu memang rada aneh tapi kita patut menghargai apa yang mereka kerjakan dengan pilihannya.

Setiap hari pati ada saja masalah tinggal bangaimana mengatasinya apa hanya dengan keluhan dan komplen yang pastinya hanya akan menambah beban. Memang tidak mudah sesuatu yang menjadi kebiasaan itu tiba-tiba menjadi baik tapi sudah di dasari dengan niat insya allah akan teratasi.  

Hidup ini memang semua pilihan, kita mau makan ayam atau ikan  hari ini itu pilihan, kita mau pakai baju apa, warna apa hari ini itu pilihan, kita mau menjadi IRT yang setia melayani suami atau ibu pekerja juga sebuah pilihan. Dan tentunya setiap pilihan ada resiko di dalamnya.


Baca juga :


Saya rasa kita hanya perlu tenang menghadapi apa yang mereka tidak sukai, dan lebih mementingkan apa yang betul-betul kita sukai.  Teman saya pernah bilang, jangan pernah batasi dirimu untuk lakukan apapun yang kamu sukai. Silahkan lakukan!

Dari situ saya berfikir iya ya, kenpaa saya terlalu ambil pusing dengan hal ini dan itu yang semestinya bisa saya lakukan dengan mudah. Ini cuma perlu niat, izin dan jalan semuanya. Rintangan kalau sudah ada niat itu sangatlah mudah. Bagai hujan badai petir ya lewat semuanya.

Just be u, be happy and be your selft. Ini diri kamu dan kamu sendirilah pemimpin atas dirimu.

Terlihat bebeda memang akan menjadi sesuatu gampang terlihat oleh orang lain, tapi percayalah selama kamu percaya diri dan tidak menyalahi aturan agama dan etika sosialisasi ini akan menjadi gebrakan besar.

Picture : Pixabay.com
Pic By Pixabay

Menjalani semuanya itu harus dengan hati yang ikhlas dan legowo. Karena apa yang terlihat di luar sana hanya fatamorgana, kesenangan yang semu. Memang rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau tapi kita gak pernah tau di dalam rumput hijau itu apakah ada ular, serangga dan hama kutu lainnya ? Kita mungkin sering melihat orang terlihat hidup enak dan mapan, tapi kita gak pernah tau apa yang orang itu alami sampai dia saat ini terlihat tenang, happy dan seolah gak ada masalah.

Orang hidup semua pasti punya masalah, yang belum lulus kuliah ditanya kapan skripsi dan sidang, kapan lulus? yang masih menjomblo atau bahasa kerennya single, kapan nikah ? yang udah nikah di tanya, kapan punya anaknya? udah lahir anak pertama, kapan anak keduanya ? pertanyaan itu akan terus ada. Bahkan kalau boleh senggol bacok, "sekalian aja tanya, kapan gw mati"? bener kan ? kan itu semua rahasia allah, kita manusia hanya bisa usaha sampai maksimal, ketetapan itu adalah hak sepenuhnya preogatif dari Allah SWT.

Rumah berantakan gpp yang penting anak keurus ada, rumah rapi tapi anak di asuh sama pembantu, ada, anak dibiarkan berkeliaran di luar rumah yang tanpa pengaawasan yang penting urusan rumah beres juga ada. Seorang wanita memilih menjadi wanita karir dan menyerahkan pendidikan anaknya kepada orang tuanya yang gak peduli anaknya jadi nakal atau enggak lebih masa bodo ada, yang menyerahkan sepenuhnya di tangan pembantu juga ada. Ketemu sama anak di kampung sebulan sekali karna orang tuanya sibuk kerja di kota ada, dan ada juga seorang ibu merawat tiga balitanya seorang diri tanpa bantuan pembantu dan sesekali menjadi pelampiasan suaminya (KDRT) dan masih bertahan dengan pernikahannya yang jelas sudah tidak sehat itu juga ada.

Sekilas sketsa cerita di keseharian kita itu ada saja yang bikin kita bilang "kok bisa gitu ya", tapi balik lagi itu adalah pilihannya, kalau saya dan suami bilang itu negara mereka kita cuma bisa lihat dan ambil sisi baiknya saja.

Picture : Pixabay.com

 


Saya rasapun wanita yang memilih menjadi IRT atau menjadi wanita pekerja itu wajib menjaga kewarasan dirinya, waras untuk tetap mengasuh anak-anaknya, waras untuk tetap melayani suaminya. Dan tentunya untuk dirinya sendiri. Apapun jalan yang di pilihnya dalam berperilaku keseharian saya rasa sah-sah saj. Cuma memang jika hal yang tidak lumrah di lakukan kebanyakan orang dan dia melakukannya ya siap-siap saja untuk kebal hati dan perasaan atas komentar mereka.

Hal simpel yang beberapa minggu ini saya terapkan adalah pilihan untuk tidak menyetrika pakaian, karena dimasa pandemi ini tidak ada baju kerja suami yang harus di setrika jadi semua baju yang di cuci kebanyakan baju harian di rumah, jadi cukup di lipat saja dengan rapih dan hasilnya lumayan gak lecek-lecek amat. Begitupun dengan pilihan saya untuk tidak pernah menyetrika seprei 2 kasur di rumah, yang satu ukuran king dan yang satunya ukuran single. Saya hanya lipat rapih beserta sarung bantalnya dan masukan di lemari. Jika hal ini menjadi bahan obrolan dengan kaum sesama IRT pasti saya akan di tanya, "lho kok di setrika, kan lecek, kan gini gitu,, bla bla bla", tapi semua balik lagi ke pilihan pribadi masing-masing. Buat sebagian orang menyetrika itu wajib dari pakaian harian sampai handuk juga pakaian dalam, tapi tidak bagi saya. bagi saya hal itu hanya menghabiskan waktu. Saya sendiripun sebenarnya juga malas dengan atifitas menyetrika lho.

Beberapa orang suka dengan kerapihan kebersihan dan beberapa juga sudah suka dengan sekedar bersih saja rumahnya. Beberapa orang suka dengan koleksi barang di dapur atau barang-barang dekorasi di rumahnya, tapi sebagian lebih suka untuk minimalis saja, yang penting ada.

Ini semua pilihan, dan kita seharusnya lebih bijak dalam mengomentari apa yang di sukai oleh seseorang. "Ya gpp kan kan cuma sekedar komentar", tapi kan kita gak pernah tau isi hatinya untuk mencapai itu semua seperti apa? Kita tidak pernah tau isi terdalam hatinya. Maka buat saya bijak dalam berkomentar itu sangatlah penting. Meskipun kadang kita pikir itu kan pertanyaan sepele, ya tapi nyatanya tidak menurutnya.

Buat saya warna ungu itu enggak banget, beda dengan teman saya yang lain baginya ungu adalah warna idolanya. Hal-hal sepele semacam ini seharusnya juga dihargai dalam pilihan setiap orang atas keputusan hidupnya. 

Di indonesia sering banget orang gak kenal, tau-tau ngobrol dengan kita trus tiba-tiba tanya "rumahnya dimana, naik apa kesini tadi, orang tua kerja dimana, kerja apa kuliah" ? lho kok kaya di interogasi ya? memang sih buat sebagian orang itu gak terlalu masalah tapi buat saya kok kayanya gak sopan ya, masih baru kenal udah tanya ini itu, situ siapa, polisi ?

Setipa orang punya caranya berfikir masing-masing, mereka melihat merasakan lalu mencerna apa yang akan menjadi pilihannya. Saya rasa itu benar dan kita tidak bisa men-generalkan pemikirannya sama seperti kita. Kalau sama berarti dia itu kita dong bukan dia, ya, karena mereka bukan kamu. 

Picture : Pixabay.com


Persamaan yang mesti di setujui buat saya adalah adanya etika, sopan santun dan kewarasan berfikir. Seperti contohnya ada seseorang bertanya di grup whatapp, kalau orang bertanya pasti sedang butuh dong. nah pas ada yang nanggepin pertanyaannya eh dianya ngilang begitu saja, tanpa adanya etika kata "terima kasih". Hal-hal sepele ini yang sering saya liat menjadi sesuatu yang di abaikan dan menjadi yang terlupakan, padahal manusia saja setelah Allah beri nikmatnya begitu besar  di setiap harinya harus selalu mengucapkan "Alhamdulilah" bahkan di apapun dikondisinya. Berarti etika ini juga berlaku di sesama manusia dong, ya ucapan terima kasih buat saya sangatlah penting karna tanda kita menghargai orang apalagi telah membantu apa yang kita butuhkan.

Menjadi orang baik memang tidak mudah, tapi paling tidak sudah diniatkan mejadi baik. Bermanfaat dan mengisnpirasi orang lain adalah hal yang mulia yang agama ajarkan.

Just be yourself.
Menjadi wanita yang di cintai Allah, dicintai suami sepenuh hati dan di sayangi keluarga adalah hal yang terpenting di atas segalanya. 


Baca Juga :


Kunjungi juga channel youtube saya
👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Video : Youtube/ Catatan Anita


Post a Comment