Anniversary Goes To Jogja


Gak ada yang mengesankan daripada akan adanya vocation bersama, yup anniversary kita untuk 1 tahun pertama ini ke jogja. Yeay.. setelah beberapa kali saya harus tidur sendiri alias menjadi single dalam beberapa waktu dikarenakan suami harus dinas ke vietnam maka sebagai penggantinya liburan ini akan dilaksanakan di ulang tahun pertama pernihakan kami. Awalnya tujuan sudah direncanakan dengan tegas dan tanpa dipikir-pikir lagi, yup berlibur ke negri seribu denda singapur, tapi berhubung pada saat hunting tiket kami mendapat kabar kalau disana sedang bahaya virus zika, maka dengan berat hati liburan ini harus diganti. Lalu pilihannya berikutnya adalah bali, malaysia atau jogja. 


Balik lagi penetapan tujuan ini dikarenakan bugjet yang terbatas karena kami masih harus membayar 
segara perintilan dan akan berencana merenovasi rumah kalau memang sudah dapat hak kunci di suatu perumahan. Jadi kita harus mengotak-ngotakan pengeluaran. Back to the topic, yess liburan kita akhirnya ditetapkan ke jogja. Awalnya sih gimanya ya, hmhmm oh ya, hmhm let me see. Setelah dipikir-pikir dan direnungkan baik-baik kemana sih kita sebenernya mau berlibur. Apakah alam atau kota, apakah yang penting jalan atau harus ada kesan? Dan flash back ke belakang, terakhir saya berlibur ke jogja itu kan kelas 3 SMU, oh ok finnaly diputuskanlah dengan mantab jogja sebagai pilihannya.


Sebelum jalan sebenarnya saya dipesankan oleh suami untuk cari tahu rute-rute, transportasi dan tolong dong buat itinerarynya. Tapi dasar ngebandel plus ditambah sedang gak enak badan, maka kita jalan tanpa ketetapan jadwal, nekat ya. oh ya sebelumnya tentu saja kami sudah memesan tiket dengan menyocokan jadwal cuti yang telah diberikan kantor suami dan penginapan selama disana. Perlu dicatat kami menginap di apartement student castle, di jl. ringroad utara 15 menit dari bandara. Kami mendapat refernsi dari airbnb.com Disitus itu kami terbantu, kenapa ? selain mendapat harga lebih murah kami juga mendapat kamar yang lumayan cukup bagus untuk di inapi selama 4 hari 3 malam.

Saat sampai dan istirahat sebentar, kami baru merencanakan apa itinerary kita selama di jogja. Karena saya membawa laptop jadi saya gak kesulitan untuk search wisata bagus apa saja disana yang bisa dikunjungi di waktu kita selama beberapa hari tersebut. Berikut Itenerarynya dan cerita dibalik jalan-jalan saya :


1. Hari pertama di jogja, Sabtu :
- Mendarat di Bandara Adi Sucipto : 11.30 wib 
- Langsung meluncur ke apartement karena cuma 15 menit saja jadi kurang lebih 12.30 sampai (lho kok dari landing sampe ke tujuan jaraknya 1 jam? ya karena kan kita kan perlu menunggu ambil bagasi, cari air mineral untuk di apartemen dan pesan taksi bandara dikarenakan supir taksinya sotoy dimanakah itu apartement student castle, jadilah kita diturunkan di apartemen lain yang namanya mirip-mirip, untung deket kitapun jalan menuju tempat yang sebeneranya dengan jalan kaki). 
- Lalu kami mulai membuka leptop untuk segaa persiapan di jogja, 
  • Mencari motor sewaan yang masih ready di sabtu sore (karena sasarannya motor nmax maka gak gampang nyarinya, karena kebanyakan full book atau kejauhan), syukurnya kami dapat, dengan harga sewa Rp 120.000 per hari (24 jam), ini dipakai untuk sabtu malam dan seharian di hari  minggu 
  • Mencari sewaan mobil, karena kami menggunakan sewa mobil yang sekaligus menawarkan mengantarkan ke beberapa tujuan wisata.
  • karena menurut kami itu lebih memudahkan dan akhirnya kita sewa dengan rute dihari senin untuk ke :
- borobudur
- tour wisata merapi
- prambanan

Biaya untuk sewa mobil sejenis avanza Rp 400.000, tapi karena tujuan kita ke merapi maka harus ditambah dengan sewa jeep selama tour di daerah merapi sewa jeep ada beberapa harga, tour 1 ,5 jam Rp 350.000 , tour 2,5 jam Rp 450.000 dan tour 4 jam Rp 550.000 karena gak mau sebentar dan  gak mau yang terlalu lama maka kami mengambil yang 2,5 jam
  • Sabtu malam, tepatnya kami mengunjungi monjali atau panjangannya taman monumen kembali. harga tiket masuk per orang Rp 20.000, parkir motor Rp 3.000 disana kita cukup terkesan dengan banyaknya lampu warna warni seni karya anak bangsa yang dibentuk dan dimodel dengan beberapa tema, selain itu kita bisa ngasih makan puluhan ikan mas di kolam sekitar monumen kembali itu, kesannya di dapat saat kita ngasih makanan ikan seharga Rp 1000 dan ikan-ikan itu berkumpul berebut makanan yang kita kasih plus kita juga bisa merasakan mengayuh sepeda mobil yang di hiasi lampu-lampu ciri khas hiburan jogja di malam hari yang biasanya ada di alun-alun jogja.


2. Hari kedua di jogja, hari minggu.
Karena sudah menyewa motor dari kemarin sore, maka seharian ini kita akan ke UpSide Down Jogja dan malioboro sekitarnya saja. Karena tempat tinggal kita berderkatan dengan wisata ini, maka gak apdol rasanya kalau gak mampir dulu kesini, Kenapa harus kesini? ketanya tempat ini lagi ngehits maka gak ada salahnya kan kita kesini. Untuk info tiket masuk kesini itu lumayan ngerogoh kantong juga ya, Rp 80.000 per orang dan ada sekita 10 ruang terbalik yang bisa kita sepuasnya ambil foto sambil mengasah acting seperti berada di dunia terbalik. 

Next, kita ke malioboro, karena jaraknya cukup lumayan kalau di ukur dari apartement kita maka akan puas-puasin disana. Oh iya kalau disana kita diharuskan parkir dan tidak bisa main parkir di depan toko-toko sepanjang jalan malioboro ya. Dan hari ini judulnya belanja dan wisata kuliner saja, perlu di catat tempat makan siang kita di maliobro ini katanya rekomendasi netizen juga yakni gudeg yu djum, gudegnya enak gak enek dan tektur gudegnya kering ya tapi oke kok gak nyesel buat dan rekomendasi buat kembali lagi someday. Shopping kita adalah menjelajahi toko-toko malioboro dan pinggirannya juga menyambangi pasar bringharjo. Meski awalnya turun dari parkiran sempet bingung apakah bisa jalan-jalan di dalam keadaan hujan rintik-rintik seperti ini, dengan ridho Allah hujan berhenti dan kita 100% direstui jalan-jalan disepanjang jalan yang terkenal di jogja itu.


3. Hari ketiga di joga, hari senin
Pagi hari kita sudah dijemput sama driver mobil yang udah kita sewa, perjanjiannya memang jam 07.00 wib sampai pukul 18.00 alias 12 jam Karena rutenya jauh maka harus pagi-pagi katanya. 
  •  Pertama kita ke Borobudur, perjalanan kesana butuh waktu 45 menit dari apartement kita. Saat tiba disana, gak begitu banyak pengunjung kebanyakan adalah turis manca negara juga anak-  anak sekolah yang lagi study tour. Tiket masuk di borobudur sudah kita gabungkan dengan tiket  masuk ke prambanan yang totalnya Rp 100.000 untuk berdua Disana kita bisa sepuasnya selfie dan wefie, sedikit norak tapi gakpapa kan jarang-jarang juga kesini, dan trakhir kali saya kesini adalah SMU. Wow udah lama banget ya hehe..
  • Next, kita lanjut ke Merapi. Jarak dari borobdur ke merapi lumayan juga ya almost 1,5 jam. Padahal itu gak macet lho. Tiba di tempat penyewaan jeep kita langsung ditawarkan beberapa pilihan (seperti yang sebelumnya saya infokan di atas) Kita memilih yang 2,5 jam saat dibawa oleh jeep dan bapak driver yang friendly kami merasa terhibur karena bisa offroad di jalan penuh bebatuan dan diselah-selah itu kami dipandu dengan diceritakan beberapa hal tentang merapi, kedahsyatannya dan bukti-bukti nyata bahwa merapi pernah meluluh lantahkan daerah itu. Benar-benar pengalaman yang mengesankan, saya dan suami gak berhenti henti kasih senyum lebar sepanjang perjalanan. its realy awsome!
  • Menjelang sore kami menuju prambanan, di detik-detik akhir perjalanan kami masih punya waktu juga ke prambanan.  Karena lamanya di merapi takutnya kami gak bisa mengunjungi prambanan kan. Di prambanan sore itu lebih rame dibanding di borobudur di pagi tadi. Tapi sebagian besar lagi-lagi di dominasi sama wisatawan asing, alias bukan orang local. Berasa kaya bukan di jogja tapi lagi dibali karena hanya orang asing dan anak-anak pelajar dari singapur yang mendominasi saat itu. Yup, ternyata anak-anak pelajar asing juga study tournya kesini guys. Menikmati sore di prambanan, dengan sunset yang mewarnai kita. Alhamdulilah..

4.  Hari ke empat, hari selasa.
Kami mulai packing untuk bersiap kembali ke jakarta. Pesawat kami di majukan dan kami harus bersiap 1 jam lebih awal dari jadwal sebelumnya. Oh iya, selama di jogja masalah makan kami tidak ambil pusing, kami mengoptimalkan fungsi layaanan ojek online. Ya meskipun disana tidak sebanyak dijakarta drivernya, tapi alhamdulilah kami selalu dapat dan kita tidak perlu kelaperan hanya karena apartement ke tempat makan memerlukan effort jalan kaki atau motor untuk makan disekitarannya.
Sungguh liburan yang mengesankan, Alhamdulilah kami bisa menikmatinya dengan rasa senang dan penuh syukur. Meskipun kami belum dikaruniai seorang anak tapi Tuhan memberi kebahagiaan dalam bentuk lain. Yang jelas apapun itu bentuknya wajib kita syukuri. 
Semoga menginspirasi jalan-jalan saya.
Terima kasih.
 
   
   
 

Post a Comment